Triumph Tiger 800XCX

Triumph Tiger 800 XCX tinggi, terlihat tangguh, dan sepertinya mampu menerabas semua medan tak ramah. Motor dalam genre adventure bike ini, dirancang dengan BMW F800GS yang sangat popular di Eropa sebagai targetnya. Nah, huruf XCX di belakang kata Tiger berarti ‘cross country’ dan jika dibandingkan dengan model standar (Tiger 800), XCX lebih berotot dengan kehadiran pelindung mesin tubular yang terbuat dari baja, dan ‘alumunium skid plate’. Selain itu, jarak ayun suspensinya lebih panjang (180 mm berbanding 220 mm pada XCX), diameter ban depan lebih besar (21 vs. 19 inci pada model standar), memakai velg jari-jari alumunium buatan Saxess.

Triumph Tiger 800 XCX memakai frame trellis baja tubular seperti Tiger 800, namun setangnya lebih tinggi 0,85 cm dari varian standar. Setang ini juga lebih lebar 15,2 cm dari varian standarnya. Tinggi jok Tiger XCX bisa disesuaikan (tinggi rendahnya) agar memudahkan kita untuk men-dapatkan posisi riding ideal.

Masih membandingkannya dengan Tiger 800, versi XCX memiliki sudut kemiringan garpu depan 23,1 derajat sementara Tiger 800 standar memiliki rake 23,7 derajat. Jadi, Tiger 800 memiliki jarak rake lebih kecil. Artinya, secara teori Tiger 800 lebih lincah dan mudah bermanuver ketimbang versi XCX. Ini juga berarti setang 800 XCX lebih landai/rebah.

READ  Motor Yamaha Jupiter MX 150 Siap Menggebrak

Tapi, apakah dalam prakteknya (baca: uji jalan) Triumph Tiger 800 XCX tidak menunjukkan performa terbaiknya? Jangan buru-buru mengambil keputusan. Untuk mendapatkan jawaban mengenai performa on-roadnya, kami menguji Triumph Tiger 800 XCX dari Gilimanuk menuju Denpasar, atas undangan PT Triumph Indonesia, sebagai agen pemegang merek Triumph di Indonesia.
Ketika pertama kali melihatnya, Triumph Tiger 800 XCX amat intimidatif. Tubuh saya hanya setinggi 172 cm sehingga terbilang “mungil” bagi Tiger yang bersosok besar, tinggi, dan berotot. Bayangkan saja, saya harus berhadapan dengan motor sepanjang 2.215 mm, dan memiliki tinggi 1.390 mm, dengan bobot 215 kg. Namun, kesan itu sirna begitu duduk di atas sadelnya. Meskipun saya harus berjinjit dan tangan ini harus meraih jauh untuk menggapai setangnya. Begitu mengusai trik duduk yang tepat, ‘handicap’ ini segera bisa dieliminasi.

Triumph Tiger 800 XCX memakai mesin tiga silinder segaris berkapasitas 799 cc, 12 valve, DOHC, berpendingin cairan. Mesin ini bertenaga 95 hp pada 9.300 rpm dengan torsi 79 Nm pada 7.850 rpm. Semua kekuatan itu dialirkan ke roda belakang melalui transmisi enam per-cepatan.

READ  Kelebihan Motor Listrik

Mesin ini sangat bertorsi dan bertenaga. Namun, berbeda dengan Ducati Hyperstrada yang Lontaran torsi dan tenaganya meledak-ledak, tonjokan torsi dan tenaga Triumph Tiger 800 XCX lebih halus. Ini juga merupakan kontribusi pemakaian kopling basah (wet-clutch) pada Triumph Tiger 800 XCX.

Kemudinya secara mengejutkan merespon pergerakan tangan dengan baik. Memang, setang tubular ini terasa lebar, namun saya tidak menemukan masalah mengarahkan, dan melakukan prosesi menyalip di antara mobil hingga truk di perjalanan.

Sasis tubular dengan desain trellisnya pun sontak berubah sangat supportif. Bobot 215 kilogram seolah lenyap tak berbekas seiring meningginya putaran mesin. Prosesi ‘overtaking’ pada medan pegunungan (naik-turun) dilakukan ‘effortlessly’. Perpindahan gear-nya pun berkualitas tinggi: halus dan presisi. Tak heran jika saya mampu mengembangkan kecepatan dari rata-rata 60 km/jam hingga 140 km/jam dengan cepat. Namun, jangan pernah anggap enteng performanya. Meskipun tenang, Triumph Tiger 800 XCX tentu menyimpan petaka jika kita tak berhati-hati menjinakkannya.
Sadar dengan performa besar milik Triumph Tiger 800 XCX, Triumph menjejali sistem ABS terkini yang mampu mencegah roda mengunci pada kondisi off-road dan on-road. Kita bisa memilih, menghidupkan dan mematikannya. Prosesinya cukup mudah, cukup pilih mode dengan memencet tombol di samping indikator speedometer.

READ  Helm Pengaman

Respon rem depan dengan spesifikasi twin floating disc berukuran 308 mm, dengan dua piston sliding caliper produksi Nissin. Rem belakang memakai satu disc, satu piston sliding caliper produksi Nissin. Kombinasi keduanya memberi kekuatan cengkraman, dan menghentikan laju Triumph Tiger 800 XCX hampir tanpa jeda. Sangat baik untuk motor dengan performa besar seperti Triumph Tiger 800 XCX.

Tingkat kenyamanan yang disajikan oleh suspensi depan lansiran Showa (45 mm), dengan garpu depan upside down dan travel 220 mm, sangat baik. Dikombinasikan dengan suspensi belakang monoshock hydraulically adjustable preload, rebound damping adjustment dengan jarak ayun 215 mm lansiran Showa, sempurna untuk medan aspal. Tidak mengayun berlebihan, dan peredamannya terbilang baik.

Triumph Tiger 800 XCX dijual dengan harga US $14.000, sebuah angka yang masuk akal untuk membeli sebuah motor dengan DNA tangguh, mampu dipakai di dua medan, yakni off-road dan on-road, serta memiliki performa di atas rata-rata.

Tags: